Mahasiswa UPI Kampus Serang yang sedang melaksanakan kegiatan KKN Tematik di Link. Ciwaktu Lor RT.02 RW.05B mengadakan kegiatan sosialisasi dan survey yang berjudul “Sosialisasi dan Survey Lapangan Tentang Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak”. Kegiatan ini dilakukan pada hari jumat 29 Juli 2022, dalam kegiatan ini kami melakukan survey lapangan dengan mengunjungi rumah ke rumah dan meminta masyarakat untuk mengisi kuisioner yang telah kami sediakan lalu meminta pendapat terkait pertanyaan-pertanyaan tentang kekerasan terhadap perempuan dan anak
Dilansir dari “Buku Panduan Pendampingan Dasar Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan” bahwa berdasarkan data UN Woman, 1 dari 3 perempuan di seluruh dunia tercatat pernah mengalami kekerasan. Setiap tahunnya angka kekerasan terhadap perempuan terus meningkat. Informasi ini menunjukkan betapa rentannya perempuan terhadap semua jenis kekerasan. Dan dengan minimnya penanganan kasus kejahatan kekerasan yang berpusat pada korban ini, membuat banyak korban merasa tidak aman dan tidak memiliki kebebasan.
Data Sistem Informasi Online (SIMFONI) Kemen PPPA menunjukkan, kasus kekerasan dapat terjadi di mana saja dan kapan saja. Banyak kasus kekerasan terjadi di tempat tinggal pribadi, ruang publik, dan bahkan di sekolah. Menurut SIMFONI, rumah merupakan mayoritas korban kejahatan kekerasan. SIMFONI mencatat bahwa kekerasan seksual adalah bentuk kekerasan yang paling umum, diikuti oleh kekerasan fisik dan psikologis.



Previous
Next
Adanya kekerasan pada perempuan dikarenakan masih banyaknya pandangan lemah terhadap perempuan yang terjadi di Indonesia. Direktur Nasional Wahana Visi Indonesia, Angelina Theodara menyampaikan beberapa poin penyebab kekerasan pada perempuan dan anak, yaitu:
- Indonesia dengan budaya patriarkinya, anggapan bahwa perempuan lemah
- Perempuan bukanlah pencari nafkah utama,deskriminasi terhadap perempuan
- Tidak adanya kesetaraan gender.
Sasarannya merupakan seluruh Ibu rumah tangga, remaja perempuan dan anak perempuan sebagai bentuk upaya pencegahan kekerasan pada perempuan dan anak. Tujuan kami melakukan survey lapangan ini untuk mendapatkan data apakah dilingkungan ini terdapat kekerasan atau tidak dan mengetahui bagaimana respon masyarakat terhadap kasus kekerasan ini,
Karena seperti yang kita tahu bahwa kasus kekerasan ini sedikit sensitif untuk dibahas dan masih banyak masyarakat yang menutup-nutupi atau bahkan sebagian masyarakat masih belum tahu cara mengungkapkannya dan meminta bantuan pada siapa jika hal tersebut terjadi. Selanjutnya kami melakukan sosialisasi dengan memberikan pengetahuan kepada masyarakat melalui infografis yang kami buat tentang kekerasan pada perempuan dan anak, bahwa kekerasan itu dapat terjadi dimana saja dan kapan saja dan bagaimana cara kita untuk mencegah nya dan apa yang dapat kita lakukan jika hal itu terjadi kepada kita.
Dan sebagai wujud upaya kami dalam mencegah atau mengurangi kasus kekerasan di lingkungan ini kami membuat sebuah modul dengan judul “Modul Edukasi Perempuan dan Anak”, didalam modul ini terdapat 4 topik utama yaitu : Pra-nikah, Cyber Harassment, Kekerasan terhadap perempuan, Keluarga berencana dan kontrasepsi. Besar harapan kami dengan adanya modul ini dapat menjadikan warga lebih teredukasi dan bisa ikut berpartisipasi dalam upaya pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
